««•»»
Surah Al Ghaasyiyah 8
وُجوهٌ يَومَئِذٍ ناعِمَةٌ
««•»»
wujuuhun yawma-idzin naa'imatun
««•»»
Banyak muka pada hari itu berseri-seri,
««•»»
Some faces on that day will be joyous,
««•»»
Allah menerangkan bahwa di dalam surga muka orang mukmin waktu itu berseri-seri penuh kegembiraan merasa senang melihat hasil usaha mereka yang mendapat keridaan Tuhannya yang kemudian mendapat ganjaran surga yang diidam-idamkannya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
WAJAH YANG BERSERI-SERI
Seketika Saiyidina Abu Bakar Shiddiq telah merasa dekat ajalnya berwasiatlah beliau kepada para sahabat-sahabat Rasulullah yang akan beliau tinggalkan, supaya mereka mengangkat Saiyidina Umar bin Khattab akan menggantikan jabatan beliau jadi Khalifah. Setelah orang banyak ridha menerima wasiat itu dan Umar sendiri pun menerimanya pula dengan rasa prihatin, beliau panggillah orang yang beliau cadangkan jadi penggantinya itu lalu berwasiat khusus pula kepadanya. Setengah dari wasiat itu demikian:
“Hai Umar! Inilah pesan terakhirku kepadamu, di saat langkah kakiku yang terakhir akan meninggalkan dunia ini dan langkah kaki pertama akan menuju bandul akhirat.
“Ingatlah olehmu, hai Umar, bagaimana Allah memberi tuntunan dan peringatan bagi kita dengan perantaraan Rasul-Nya; tidak ada satu pun rangkaian ancaman kepada kita, melainkan selalu diiringi dengan ayat-ayat yang mengandung janji mulia dan gembira. Demikian juga sebaliknya, tidak ada ayat-ayat yang dimulai dengan janji gembira, melainkan diiringi dibelakangnya dengan janji ancaman bagi yang durhaka. Demikian itu ialah supaya kita selalu ada pengharapan kepada Tuhan di samping takut akan azab-Nya, dan selalu takut akan azab-Nya di samping kita menaruh harapan.”
Demikianlah yang selalu kita temui dalam rentetan ayat Tuhan, sebagai yang kita dapati Surat Al-Ghasyiyah ini. Sesudah sejak ayat 1 sampai 7 berisi gambaran kengerian hari kiamat, diulaslah dengan berita gembira untuk orang yang taat kepada Tuhan di masa hidup.
“Beberapa wajah di hari itu akan merasakan nikmat.”
Wajah kata mufradnya, wujuuh kata jama’nya; artinya ialah muka. Dan muka yang dimaksud di sini tentu jiwa atau hati kita.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Banyak muka pada hari itu berseri-seri) atau tampak cerah dan cantik.
««•»»
Other faces on that day will be delicate, fair,
Surah Al Ghaasyiyah 8
وُجوهٌ يَومَئِذٍ ناعِمَةٌ
««•»»
wujuuhun yawma-idzin naa'imatun
««•»»
Banyak muka pada hari itu berseri-seri,
««•»»
Some faces on that day will be joyous,
««•»»
Allah menerangkan bahwa di dalam surga muka orang mukmin waktu itu berseri-seri penuh kegembiraan merasa senang melihat hasil usaha mereka yang mendapat keridaan Tuhannya yang kemudian mendapat ganjaran surga yang diidam-idamkannya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
WAJAH YANG BERSERI-SERI
Seketika Saiyidina Abu Bakar Shiddiq telah merasa dekat ajalnya berwasiatlah beliau kepada para sahabat-sahabat Rasulullah yang akan beliau tinggalkan, supaya mereka mengangkat Saiyidina Umar bin Khattab akan menggantikan jabatan beliau jadi Khalifah. Setelah orang banyak ridha menerima wasiat itu dan Umar sendiri pun menerimanya pula dengan rasa prihatin, beliau panggillah orang yang beliau cadangkan jadi penggantinya itu lalu berwasiat khusus pula kepadanya. Setengah dari wasiat itu demikian:
“Hai Umar! Inilah pesan terakhirku kepadamu, di saat langkah kakiku yang terakhir akan meninggalkan dunia ini dan langkah kaki pertama akan menuju bandul akhirat.
“Ingatlah olehmu, hai Umar, bagaimana Allah memberi tuntunan dan peringatan bagi kita dengan perantaraan Rasul-Nya; tidak ada satu pun rangkaian ancaman kepada kita, melainkan selalu diiringi dengan ayat-ayat yang mengandung janji mulia dan gembira. Demikian juga sebaliknya, tidak ada ayat-ayat yang dimulai dengan janji gembira, melainkan diiringi dibelakangnya dengan janji ancaman bagi yang durhaka. Demikian itu ialah supaya kita selalu ada pengharapan kepada Tuhan di samping takut akan azab-Nya, dan selalu takut akan azab-Nya di samping kita menaruh harapan.”
Demikianlah yang selalu kita temui dalam rentetan ayat Tuhan, sebagai yang kita dapati Surat Al-Ghasyiyah ini. Sesudah sejak ayat 1 sampai 7 berisi gambaran kengerian hari kiamat, diulaslah dengan berita gembira untuk orang yang taat kepada Tuhan di masa hidup.
“Beberapa wajah di hari itu akan merasakan nikmat.”
Wajah kata mufradnya, wujuuh kata jama’nya; artinya ialah muka. Dan muka yang dimaksud di sini tentu jiwa atau hati kita.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Banyak muka pada hari itu berseri-seri) atau tampak cerah dan cantik.
««•»»
Other faces on that day will be delicate, fair,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 7]•[AYAT 9]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of26
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=88&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#88:8
•[AYAT 7]•[AYAT 9]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of26
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=88&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#88:8


Tidak ada komentar:
Posting Komentar