Senin, 31 Agustus 2015

[088] Al Ghaasyiyah Ayat 009

««•»»
Surah Al Ghaasyiyah 9

لِسَعيِها راضِيَةٌ
««•»»
lisa'yihaa raadiyatun
««•»»
Merasa senang karena usahanya,
««•»»
pleased with their endeavour;
««•»»

Allah menerangkan bahwa di dalam surga muka orang mukmin waktu itu berseri-seri penuh kegembiraan merasa senang melihat hasil usaha mereka yang mendapat keridaan Tuhannya yang kemudian mendapat ganjaran surga yang diidam-idamkannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

WAJAH YANG BERSERI-SERI
Karena raut muka menunjukkan takut, ataupun menunjukkan gembira bahagia, adalah gambaran dari perasaan jiwa sendiri. Datanglah ayat yang selanjutnya menyatakan sebab timbulnya kegembiraan itu:
“Yang lantaran usahanya sendiri, dia merasa sentosa.”
Dengan pernyataan Tuhan demikian, nyatalah bahwa nikmat berganda yang dirasai kelak di akhirat itu tidak lain dari karena melihat bekas usaha, bekal amal yang diperbuat semasa hidup di dunia dulu. Karena hidupnya yang pendek hanya sebentar semasa di dunia itu telah diisinya untuk bekal yang didapatinya di akhirat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Karena usahanya) sewaktu di dunia yaitu karena ketaatannya (mereka merasa senang) di alam akhirat, yaitu sewaktu mereka melihat pahalanya.
««•»»
pleased by their efforts, in the [life of the] world [expended] in obedience, [pleased] in the Hereafter upon seeing the reward thereof;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of26
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=88&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#88:9

[088] Al Ghaasyiyah Ayat 008

««•»»
Surah Al Ghaasyiyah 8

وُجوهٌ يَومَئِذٍ ناعِمَةٌ
««•»»
wujuuhun yawma-idzin naa'imatun
««•»»
Banyak muka pada hari itu berseri-seri,
««•»»
Some faces on that day will be joyous,
««•»»

Allah menerangkan bahwa di dalam surga muka orang mukmin waktu itu berseri-seri penuh kegembiraan merasa senang melihat hasil usaha mereka yang mendapat keridaan Tuhannya yang kemudian mendapat ganjaran surga yang diidam-idamkannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

WAJAH YANG BERSERI-SERI
Seketika Saiyidina Abu Bakar Shiddiq telah merasa dekat ajalnya berwasiatlah beliau kepada para sahabat-sahabat Rasulullah yang akan beliau tinggalkan, supaya mereka mengangkat Saiyidina Umar bin Khattab akan menggantikan jabatan beliau jadi Khalifah. Setelah orang banyak ridha menerima wasiat itu dan Umar sendiri pun menerimanya pula dengan rasa prihatin, beliau panggillah orang yang beliau cadangkan jadi penggantinya itu lalu berwasiat khusus pula kepadanya. Setengah dari wasiat itu demikian:

“Hai Umar! Inilah pesan terakhirku kepadamu, di saat langkah kakiku yang terakhir akan meninggalkan dunia ini dan langkah kaki pertama akan menuju bandul akhirat.

“Ingatlah olehmu, hai Umar, bagaimana Allah memberi tuntunan dan peringatan bagi kita dengan perantaraan Rasul-Nya; tidak ada satu pun rangkaian ancaman kepada kita, melainkan selalu diiringi dengan ayat-ayat yang mengandung janji mulia dan gembira. Demikian juga sebaliknya, tidak ada ayat-ayat yang dimulai dengan janji gembira, melainkan diiringi dibelakangnya dengan janji ancaman bagi yang durhaka. Demikian itu ialah supaya kita selalu ada pengharapan kepada Tuhan di samping takut akan azab-Nya, dan selalu takut akan azab-Nya di samping kita menaruh harapan.”

Demikianlah yang selalu kita temui dalam rentetan ayat Tuhan, sebagai yang kita dapati Surat Al-Ghasyiyah ini. Sesudah sejak ayat 1 sampai 7 berisi gambaran kengerian hari kiamat, diulaslah dengan berita gembira untuk orang yang taat kepada Tuhan di masa hidup.

“Beberapa wajah di hari itu akan merasakan nikmat.”
Wajah kata mufradnya, wujuuh kata jama’nya; artinya ialah muka. Dan muka yang dimaksud di sini tentu jiwa atau hati kita.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Banyak muka pada hari itu berseri-seri) atau tampak cerah dan cantik.
««•»»
Other faces on that day will be delicate, fair,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of26
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=88&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#88:8

[088] Al Ghaasyiyah Ayat 007

««•»»
Surah Al Ghaasyiyah 6

لا يُسمِنُ وَلا يُغني مِن جوعٍ
««•»»
laa yusminu walaa yughnii min juu'in
««•»»
Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
««•»»
neither nourishing, nor availing against hunger.
««•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu akan dimasukkan ke dalam api yang sangat panas ialah neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air dari sumbernya yang sangat panas Dan bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.

Dalam ayat-ayat yang lain yang sama maksudnya Allah berfirman:
ولا طعام إلا من غسلين
Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
(QS. Al Haqqah [69]:36)

Dan firman Allah:
ثم إنكم أيها الضالون المكذبون لآكلون من شجر من زقوم
Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum.
(QS. Al Waqi'ah [56]:51,52)

Dan firman Nya:
إن شجر الزقوم طعام الأثيم
Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa.
(QS. Ad Dukhaan [44]:43,44)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Yang menyangkut dalam rongkongan, dikeluarkan kembali susah, ditelan ke dalam tak mau turun ke perut;
“Yang tidak menggemukkan dan tidak mengenyangkan dari kelaparan.”
Itulah jenisnya azab dan siksaan. Dan itu hanyalah kelanjutan saja dari kesia-siaan selama hidup di dunia. Di dunia mencari minuman yang kelak akan jadi duri dan makanan yang kelak hanya akan menambah kurus dan sengsara.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.)
««•»»
neither nourishing, nor availing against hunger.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of26
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=88&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#88:7

[088] Al Ghaasyiyah Ayat 006

««•»»
Surah Al Ghaasyiyah 6

لَيسَ لَهُم طَعامٌ إِلّا مِن ضَريعٍ
««•»»
laysa lahum tha'aamun illaa min dharii'in
««•»»
Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,
««•»»
They will have no food except cactus,
««•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu akan dimasukkan ke dalam api yang sangat panas ialah neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air dari sumbernya yang sangat panas Dan bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.

Dalam ayat-ayat yang lain yang sama maksudnya Allah berfirman:
ولا طعام إلا من غسلين
Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
(QS. Al Haqqah [69]:36)

Dan firman Allah:
ثم إنكم أيها الضالون المكذبون لآكلون من شجر من زقوم
Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum.
(QS. Al Waqi'ah [56]:51,52)

Dan firman Nya:
إن شجر الزقوم طعام الأثيم
Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa.
(QS. Ad Dukhaan [44]:43,44)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Pengalaman di dunia ini pun akan dirasakan sampai ke akhirat. Air yang disangka akan melepaskan dahaga itu ternyata adalah timbul dari mata-air yang selalu menggelegak, sehingga kalau diminum, perutlah yang akan hancur;
“Tidaklah ada untuk mereka makanan, kecuali dari duri.”
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri) Dharii` adalah sejenis pohon yang berduri, hewan ternak pun tidak mau memakannya karena duri itu keras lagi kotor.
««•»»
They will have no food except cactus (darī‘) — a type of thorn plant which no animal grazes on because of its vileness —
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of26
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=88&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#88:6

[088] Al Ghaasyiyah Ayat 005

««•»»
Surah Al Ghaasyiyah 5

تُسقىٰ مِن عَينٍ آنِيَةٍ
««•»»
tusqaa min 'aynin aaniyatin
««•»»
Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.
««•»»
and made to drink from a boiling spring.
««•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu akan dimasukkan ke dalam api yang sangat panas ialah neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air dari sumbernya yang sangat panas Dan bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.

Dalam ayat-ayat yang lain yang sama maksudnya Allah berfirman:
ولا طعام إلا من غسلين
Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
(QS. Al Haqqah [69]:36)

Dan firman Allah:
ثم إنكم أيها الضالون المكذبون لآكلون من شجر من زقوم
Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum.
(QS. Al Waqi'ah [56]:51,52)

Dan firman Nya:
إن شجر الزقوم طعام الأثيم
Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa.
(QS. Ad Dukhaan [44]:43,44)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

“Diberi minum dari mata-air yang menggelegak.”
Di dalam dunia ini pun ada orang yang merasakan demikian itu. “Nasi dimakan rasa sekam, air diminum rasa duri.” Atau laksana orang meminum air laut, tambah diminum tambah haus. Kepuasan tidak ada, haus tidak lepas. Sebab yang dicari bukan obat penawar, melainkan upas racun.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Diberi minum dari sumber yang sangat panas) atau dengan air yang sangat panas.
««•»»
made to drink from a boiling spring, one of extremely hot temperatures.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of26
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=88&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#88:5

[088] Al Ghaasyiyah Ayat 004

««•»»
Surah Al Ghaasyiyah 4

تَصلىٰ نارًا حامِيَةً
««•»»
tashlaa naaran haamiyatan
««•»»
Memasuki api yang sangat panas (neraka),
««•»»
they will enter a scorching fire,
««•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu akan dimasukkan ke dalam api yang sangat panas ialah neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air dari sumbernya yang sangat panas Dan bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.

Dalam ayat-ayat yang lain yang sama maksudnya Allah berfirman:
ولا طعام إلا من غسلين
Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
(QS. Al Haqqah [69]:36)

Dan firman Allah:
ثم إنكم أيها الضالون المكذبون لآكلون من شجر من زقوم
Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum.
(QS. Al Waqi'ah [56]:51,52)

Dan firman Nya:
إن شجر الزقوم طعام الأثيم
Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa.
(QS. Ad Dukhaan [44]:43,44)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

“Yang terbakar dalam api yang amat panas.”
Apakah cuma hasil dari kerja keras berpayah lelah itu? Apakah cuma hasil dari tenaga yang telah habis dan guna apa tenaga itu dihabiskan? Lain tidak hanyalah sebagai pepatah terkenal: “Diraut ranjau dihamburi.” Segala kerja keras berpenat berpayah lelah itu hanyalah menyalakan api neraka yang akan membakar diri.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Memasuki) dapat dibaca Tashlaa dan Tushlaa, jika dibaca Tushlaa artinya dimasukkan ke dalam (api yang sangat panas.)
««•»»
roasting (read taslā or tuslā) in a scorching fire,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of26
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=88&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#88:4

[088] Al Ghaasyiyah Ayat 003

««•»»
Surah Al Ghaasyiyah 3

عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ
««•»»
'aamilatun naasibatun
««•»»
Bekerja keras lagi kepayahan,
««•»»
wrought-up and weary:
««•»»

Allah menerangkan, bahwa orang-orang kafir itu semasa hidup mereka di dunia bekerja dengan rajin dan sungguh-sungguh, tetapi perbuatan mereka itu tidak diterima Tuhan, karena mereka tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, yang merupakan syarat utama untuk diterimanya perbuatan dan mendapat ganjaran Allah SWT.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

“Yang bekerja, yang berpayah lelah.”

Menurut tafsir dari Al-Qasyani, setelah orang-orang itu dimasukkan ke dalam neraka, bekerja keraslah dia, berpayah lelah, berusaha hendak gagai naik dari dalamnua. Hendak melepaskan diri karena sakitnya azab. Namun usahanya itu hanya mendatangkan lelah saja, karena dia tidak akan dapat keluar, sebelum azab siksaannya selesai. Atau bekerja keras siang dan malam karena dikerahkan, dipaksa dan dihantam oleh Malaikat Zabaniyah yang menjaga neraka itu. Dan kata Al-Qasyani pula; boleh juga ditafsirkan bahwa orang-orang ini di kala hidupnya di dunia dahulu, bekerja keras siang dan malam, berpayah lelah menghabiskan tenaga mengejar kemewahan dunia, mengumpul harta, mengumpul kekayaan; namun faedah yang didapatnya untuk akhirta tidak ada samasekali.”

Berapa banyak orang bekerja keras, berpayan lelah mempertahankan kedudukan, kekayaan dan berbagai kemegahan dalam dunia. Padahal yang dikejar hanyalah suatu fatamorgana belaka. Sehabis-habis tenaga ajal pun datang. Selain dari lapisan kain kafan tak ada yang dibawa pulang ke hadhrat Tuhan. Amal tak ada, jasa tak ada, bekal pun tidak.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Pekerja keras lagi kepayahan) maksudnya dalam keadaan lelah dan payah karena diikat dengan rantai dan belenggu.
««•»»
toiling, weary, tired and exhausted from the chains and fetters,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of26
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=88&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#88:3

[088] Al Ghaasyiyah Ayat 002

««•»»
Surah Al Ghaasyiyah 2

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ
««•»»
wujuuhun yawma-idzin khaasyi'atun
««•»»
Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,
««•»»
Some faces on that day will be humbled,
««•»»

Kemudian dijelaskan-Nya bahwa manusia ketika itu terbagi dua, ialah golongan orang-orang kafir dan golongan orang-orang mukmin.

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa orang-orang kafir ketika melihat kedahsyatan yang terjadi itu, tunduk dan merasa terhina.

Dalam ayat-ayat yang lain yang bersamaan maksudnya, Allah berfirman:
ولو ترى إذ المجرمون ناكسو رءوسهم عند ربهم ربنا أبصرنا وسمعنا فارجعنا نعمل صالحا إنا موقنون
Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya (mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin".
(QS. As Sajdah [32]:12)

Dan firman-Nya:
وتراهم يعرضون عليها خاشعين من الذل ينظرون من طرف خفي وقال الذين آمنوا إن الخاسرين الذين خسروا أنفسهم وأهليهم يوم القيامة ألا إن الظالمين في عذاب مقيم
Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal".
(QS. Asy Syuura' [42]:45)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Lalu diuraikanlah di ayat selanjutnya yang mengerikan itu:
“Beberapa wajah di hari itu tunduk terhina.”
Wajah dari orang-orang yang telah merasa bersalah di masa hidupnya yang lampau. Merasa sendiri betapa dahsyat, betapa hebat dan betapa ngeri ihwal yang akan dihadapinya. Muka waktu itu tak dapat diangkat, malahan tunduk merasa hina.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Banyak muka pada hari itu) yang dimaksud dengan ungkapan lafal Wujuuh atau muka adalah orang-orangnya, demikian lafal yang sama sesudahnya nanti (tunduk) terhina.
««•»»
Some faces on that day — they [faces] are used to represent the individuals in both instances — will be humbled, abject,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of26
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=88&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#88:2

[088] Al Ghaasyiyah Ayat 001

««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.

««•»»

Surah Al Ghaasyiyah 1

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ
««•»»
hal ataaka hadiitsu alghaasyiyati
««•»»
Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?
««•»»
Did you receive the account of the Enveloper?
««•»»

Allah SWT menyindir penduduk neraka dengan mengatakan, sudahkah sampai kepada kamu berita tentang Hari Kiamat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Surat ini akan menerangkan lagi darihal heru-beru hari kiamat. Ayatnya yang pertama bersifat sebagai pertanyaan, untuk menambah keyakinan dan perhatian:
“Sudahkah datang kepada engkau berita kejadian yang ngeri itu?”.

Yang dimaksuda dengan Al-Ghasyiyah sebagai nama Surat dan tertulis pada ayat pertama ini ialah betapa hebatnya hari kiamat itu kelak. A. Hasan dengan Tafsir Al-Furqan mengartikannya dengan dahsyat. H. Zainuddin Hamidi dan Fakhruddin H.S. memberinya arti yang menyelubungi; karena semua orang di hari itu akan diseluungi oleh rasa ketakutan dan kengerian menunggu keputusan nasibnya. Penyusun tafsir ini memberinya arti yang mengerikan itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Apakah) telah (datang kepadamu berita hari kiamat) hari kiamat dinamakan hari yang menutupi karena pada hari itu semua makhluk diselimuti oleh kengerian-kengeriannya.
««•»»
Has there — [there has] indeed — come to you the tiding of the Enveloper?, the Resurrection, [so called] because it ‘envelops’ creatures with its terrors.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of26
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=88&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#88:1

[088] Al Ghaasyiyah 2of2

2of2
26 Verses • revealed at Meccan.
««•»»
»The surah that opens with the edifying question regarding human awareness of the coming of a sure cataclysmic event it calls The Enveloper. It takes its name from “the enveloper” (al-ghāshiyah) mentioned in verse 1. The surah serves to warn the disbelievers, encourage the Prophet Muḥammad and the believers, and absolve him of responsibility for the disbelievers.«

The surah is also known as: The Overpowering, The Overwhelmer, The Overwhelming, The Overwhelming Event, The Pall, The Whelming.
««•»»
•[AYAT 001]•[AYAT 002]•[AYAT 003]•[AYAT 004]•[AYAT 005]•[AYAT 006]•[AYAT 007]•[AYAT 008]•[AYAT 009]•[AYAT 010]•[AYAT 011]•[AYAT 012]•[AYAT 013]•[AYAT 014]•[AYAT 015]•[AYAT 016]•[AYAT 017]•[AYAT 018]•[AYAT 019]•[AYAT 020]•[AYAT 021]•[AYAT 022]•[AYAT 023]•[AYAT 024]•[AYAT 025]•[AYAT 026]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Sumber: Al-Quran (القرآن) — Online Quran Project — Translation and Tafsir
http://al-quran.info/#88


[088] Al Ghaasyiyah 1of2

1of2
26 Ayat • diturunkan di Makkah.
««•»»
Surah Al-Ghasyiyah (bahasa Arab:الغاشية, al-Ġhāšiyäh, "Hari Pembalasan") adalah surah ke-88 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 26 ayat. Dinamakan Al-Ghasyiyah yang berarti Hari Pembalasan diambil dari kata al-Ghasyiyah yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Yang dimaksud dengan "Hari Pembalasan" dalam surah ini adalah Hari Penghakiman.
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
 [KEMBALI][AYAT-AYAT]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Ghasyiyah
Mukaddimah terjemahan Al Qur'an versi Departemen Agama RI